Gigi permanen pada orang dewasa seharusnya ditopang dengan kuat oleh jaringan di sekitarnya. Jika gigi terasa bergerak atau goyang tanpa sebab yang jelas, kondisi tersebut sebaiknya diperiksa oleh dokter gigi. Gigi goyang dapat berkaitan dengan masalah pada gusi dan jaringan penyangga gigi, cedera, tekanan gigitan, atau penyebab lain.
Gigi goyang tidak selalu berarti gigi harus dicabut. Penanganan bergantung pada penyebab, tingkat kegoyangan, kondisi gusi dan tulang penyangga, serta apakah gigi masih dapat dipertahankan.
Apa Penyebab Gigi Goyang pada Orang Dewasa?
Gigi yang goyang adalah tanda bahwa dukungan terhadap gigi atau kondisi gigi itu sendiri perlu dievaluasi. Gejala ini tidak cukup untuk menentukan diagnosis karena penyebabnya dapat berbeda pada setiap orang.
Penyakit gusi atau periodontitis
Salah satu kemungkinan penting adalah penyakit periodontal, yaitu kondisi yang memengaruhi gusi dan jaringan serta tulang yang menopang gigi. Ketika periodontitis berkembang, jaringan penyangga dan tulang di sekitar gigi dapat rusak sehingga gigi menjadi lebih longgar.
National Institute of Dental and Craniofacial Research (NIDCR) mencatat bahwa gigi longgar dapat menjadi salah satu tanda penyakit periodontal. Pemeriksaan dapat mencakup penilaian gusi, pengukuran ruang di sekitar gigi, dan bila diperlukan pemeriksaan radiografi untuk melihat kondisi tulang penyangga.
Jika gusi Anda juga mudah bengkak atau berdarah, baca Gusi Bengkak: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya dan Gusi Berdarah: Penyebab dan Kapan Perlu Diperiksa.
Cedera atau benturan
Benturan pada mulut dapat membuat gigi menjadi lebih longgar, bergeser, atau mengalami cedera pada jaringan di sekitarnya. Kondisi ini dapat terjadi setelah jatuh, kecelakaan, atau aktivitas olahraga yang melibatkan risiko benturan.
Jika gigi tiba-tiba goyang setelah cedera, jangan mencoba mendorongnya kembali atau menggerakkannya berulang kali. Pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk menilai gigi dan jaringan pendukungnya.
Menggemeretakkan atau mengatupkan gigi
Kebiasaan mengatupkan atau menggemeretakkan gigi, yang disebut bruxism, dapat memberikan tekanan berlebih pada jaringan pendukung gigi. Faktor ini dapat berperan pada masalah periodontal atau keluhan pada gigi dan rahang, tetapi gigi goyang tetap perlu dinilai untuk mencari penyebab yang mendasarinya.
Masalah pada gigi atau jaringan di sekitarnya
Karies yang luas, infeksi, kerusakan struktur gigi, atau perubahan pada jaringan di sekitar akar juga dapat berkaitan dengan rasa tidak nyaman dan perubahan kestabilan gigi. Penyebabnya tidak dapat dipastikan hanya dengan melihat apakah gigi bergerak.
Tanda yang Sering Menyertai Gigi Goyang
Selain gigi terasa bergerak saat disentuh atau digunakan untuk menggigit, beberapa tanda berikut dapat membantu menunjukkan bahwa pemeriksaan diperlukan:
- Gusi mudah berdarah saat menyikat gigi atau membersihkan sela gigi.
- Gusi tampak merah, bengkak, atau menyusut.
- Bau mulut menetap atau muncul rasa tidak enak di mulut.
- Nyeri saat mengunyah atau menggigit.
- Gigi terasa lebih sensitif.
- Posisi gigi berubah atau terasa berbeda ketika menggigit.
- Muncul celah baru di antara gigi atau gigi terasa bergeser.
CDC dan NIDCR memasukkan gigi longgar atau sensitif, nyeri saat mengunyah, gusi berdarah, serta perubahan posisi atau gigitan sebagai tanda yang dapat ditemukan pada penyakit periodontal. Namun, tanda-tanda tersebut tidak berarti seseorang pasti mengalami periodontitis; diagnosis memerlukan pemeriksaan profesional.
Bagaimana Dokter Gigi Memeriksanya?
Dokter gigi akan menilai gigi yang goyang sekaligus kondisi gusi dan jaringan di sekitarnya. Pemeriksaan dapat meliputi:
- Pemeriksaan gigi dan gusi. Dokter melihat tanda peradangan, perdarahan, kerusakan gigi, perubahan posisi, dan kondisi jaringan sekitar.
- Pengukuran ruang di sekitar gigi. Probe periodontal dapat digunakan untuk membantu menilai kondisi jaringan penyangga.
- Pemeriksaan kegoyangan gigi. Tingkat gerakan gigi dinilai sebagai bagian dari pemeriksaan klinis.
- Rontgen bila diperlukan. Foto radiografi dapat membantu melihat kondisi tulang penyangga dan area yang tidak terlihat dari pemeriksaan biasa.
- Riwayat keluhan dan faktor risiko. Dokter dapat menanyakan apakah gigi pernah terbentur, apakah ada kebiasaan menggemeretakkan gigi, serta riwayat perawatan dan keluhan gusi.
NIDCR menjelaskan bahwa pemeriksaan periodontal dapat mencakup pemeriksaan gusi, pengukuran kantong periodontal, evaluasi gigi, dan rontgen untuk melihat kemungkinan kehilangan tulang. Jenis pemeriksaan yang dibutuhkan tetap bergantung pada temuan klinis.
Bagaimana Gigi Goyang Ditangani?
Tidak ada satu perawatan untuk semua kasus gigi goyang. Tujuan penanganan adalah mengatasi penyebab dan, bila memungkinkan, mempertahankan gigi yang masih dapat dipertahankan.
Jika berkaitan dengan penyakit gusi
Dokter gigi dapat menangani penyakit gusi sesuai tingkat keparahannya. Pada kondisi tertentu, perawatan dapat mencakup pembersihan profesional dan perawatan yang lebih mendalam pada permukaan akar atau area di bawah garis gusi. Kasus yang lebih berat dapat memerlukan evaluasi dan perawatan periodontal lebih lanjut.
NIDCR dan CDC menjelaskan bahwa pengobatan penyakit periodontal bergantung pada tingkat penyakit. Perawatan dapat mencakup pembersihan profesional, scaling dan root planing, serta tindakan lain pada kasus yang lebih lanjut.
Jika Anda ingin memahami pembersihan profesional lebih jauh, baca Scaling Gigi: Manfaat, Proses, dan Kapan Dibutuhkan.
Jika disebabkan oleh cedera
Gigi yang menjadi goyang setelah benturan perlu diperiksa untuk menilai jenis cedera. Penanganan dapat berbeda-beda, tergantung apakah gigi bergeser, jaringan pendukungnya mengalami cedera, atau terdapat kerusakan lain.
Jangan menganggap gigi yang tidak terlalu sakit berarti tidak mengalami cedera. Setelah trauma, pemeriksaan tetap penting karena kerusakan pada gigi atau jaringan pendukung tidak selalu terlihat dari luar.
Jika ada tekanan gigitan atau kebiasaan tertentu
Bila dokter menemukan bahwa tekanan gigitan atau kebiasaan mengatupkan dan menggemeretakkan gigi ikut berperan, penyebab tersebut dapat dievaluasi dan dikelola. Bentuk penanganannya harus ditentukan berdasarkan pemeriksaan, bukan dengan menggunakan alat pelindung atau perawatan tertentu secara mandiri.
Apakah gigi goyang selalu harus dicabut?
Tidak. Gigi goyang tidak otomatis berarti harus dicabut. Dokter gigi perlu menilai penyebab, jumlah jaringan penyangga yang tersisa, kondisi gigi, serta kemungkinan mempertahankan fungsi gigi tersebut.
Pada penyakit periodontal yang lebih lanjut, pencabutan dapat menjadi salah satu pilihan bila gigi memang tidak dapat dipertahankan. Namun, keputusan tersebut tidak dapat dibuat hanya berdasarkan tingkat kegoyangan yang dirasakan sendiri.
Apa yang Dapat Dilakukan Sementara?
Sebelum mendapatkan pemeriksaan, fokus utama adalah menghindari trauma tambahan pada gigi.
- Hindari sengaja menggoyang atau menarik gigi dengan jari maupun lidah.
- Untuk sementara, hindari makanan yang sangat keras atau kebiasaan menggigit benda dengan gigi yang goyang.
- Tetap jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara lembut dan membersihkan sela gigi sesuai kemampuan.
- Jika gigi goyang muncul setelah benturan, jadwalkan pemeriksaan dokter gigi sesegera mungkin.
- Jangan mencoba mengikat, menempelkan, atau memperbaiki posisi gigi sendiri.
Perawatan rumahan tidak dapat menentukan penyebab gigi goyang. Jika penyebabnya adalah penyakit periodontal, cedera, atau masalah lain, penanganan yang tepat memerlukan evaluasi profesional.
Kapan Perlu Segera Diperiksa?
Gigi goyang pada orang dewasa sebaiknya diperiksa, terutama bila kegoyangan baru muncul atau bertambah. Perhatian lebih cepat diperlukan bila kondisi tersebut disertai:
- Gigi menjadi goyang setelah benturan atau kecelakaan.
- Nyeri berat atau nyeri yang terus memburuk.
- Pembengkakan pada gusi, wajah, atau area sekitar gigi.
- Demam atau tanda lain yang mengarah pada infeksi.
- Perdarahan dari mulut yang sulit dikendalikan.
- Gigi bergeser atau fungsi menggigit berubah setelah cedera.
NHS memasukkan gigi yang menjadi longgar dalam kondisi yang dapat memerlukan penanganan gigi segera, terutama bila disertai masalah gusi. Cedera gigi yang signifikan juga memerlukan penilaian lebih cepat.
Jika pembengkakan pada mulut, bibir, tenggorokan, atau leher menyebabkan kesulitan bernapas, atau terjadi cedera wajah atau rahang yang berat maupun perdarahan yang tidak berhenti, cari pertolongan medis darurat.
Bagaimana Mencegah Gigi Menjadi Goyang?
Tidak semua penyebab gigi goyang dapat dicegah, tetapi kebiasaan berikut membantu menjaga gigi dan jaringan penyangganya:
- Sikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride.
- Bersihkan sela gigi setiap hari dengan benang gigi atau alat interdental yang sesuai.
- Lakukan pemeriksaan gigi secara berkala sesuai rekomendasi dokter gigi.
- Jangan menggunakan gigi untuk membuka kemasan atau menggigit benda keras.
- Gunakan pelindung mulut saat melakukan olahraga dengan risiko benturan.
- Jika sering mengatupkan atau menggemeretakkan gigi, konsultasikan keluhan tersebut kepada dokter gigi.
- Jika menggunakan produk tembakau, pertimbangkan untuk berhenti karena tembakau merupakan faktor risiko penting untuk penyakit periodontal.
CDC merekomendasikan kebersihan mulut yang baik, pembersihan profesional, dan pemeriksaan gigi rutin untuk membantu mencegah atau mengelola penyakit gusi. Berhenti menggunakan tembakau juga merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan periodontal.
Untuk kebiasaan perawatan sehari-hari, baca Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut: Panduan Lengkap.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah gigi goyang pada orang dewasa normal?
Gigi permanen yang terasa goyang bukan kondisi yang sebaiknya diabaikan. Penyebabnya perlu diperiksa karena dapat berkaitan dengan penyakit gusi, cedera, tekanan gigitan, atau kondisi lain.
Apakah gigi goyang pasti harus dicabut?
Tidak. Pencabutan bukan keputusan yang dapat ditentukan hanya dari rasa gigi goyang. Dokter gigi perlu menilai penyebab dan kondisi jaringan penyangga untuk menentukan apakah gigi masih dapat dipertahankan.
Apakah gigi goyang bisa kembali kuat?
Kemungkinannya bergantung pada penyebab dan tingkat kerusakan. Pada sebagian kondisi, penanganan terhadap penyebab dapat membantu mempertahankan atau memperbaiki kestabilan gigi. Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi masing-masing gigi.
Apakah gigi goyang karena penyakit gusi bisa diobati?
Penyakit periodontal dapat dikelola dengan perawatan profesional dan perawatan kebersihan mulut di rumah. Jenis perawatan bergantung pada tingkat penyakit dan kondisi jaringan penyangga gigi.
Kapan gigi goyang perlu diperiksa segera?
Segera cari perawatan gigi bila gigi menjadi goyang setelah benturan, disertai nyeri berat, pembengkakan, demam, perdarahan yang sulit dikendalikan, atau perubahan posisi gigi.
Sumber rujukan medis
- National Institute of Dental and Craniofacial Research (NIDCR), Periodontal (Gum) Disease: https://www.nidcr.nih.gov/health-info/gum-disease
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC), About Periodontal (Gum) Disease: https://www.cdc.gov/oral-health/about/gum-periodontal-disease.html
- American Academy of Periodontology (AAP), Gum Disease Risk Factors: https://www.perio.org/for-patients/gum-disease-information/gum-disease-risk-factors/
- NHS, Gum disease: https://www.nhs.uk/conditions/gum-disease/
- NHS, Emergency dental care: https://www.nhs.uk/nhs-services/dentists/how-to-find-an-nhs-dentist-in-an-emergency/
Cari dokter gigi atau klinik gigi di Mojokerto.
Gunakan direktori Dentor untuk menemukan informasi klinik gigi dan dokter gigi di Kota dan Kabupaten Mojokerto.
Lihat Direktori Klinik →